Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

Study in Bandung

Blogerrrrs.. Just wanna say hii a lot for u..!!! LONG time no see 
Just info yah sekarang nama gw udah berubah lho jadi apa hayooo? Yups, Rebecca Triana Siahaan, SE. Heuheeheu meuni gaya euy ayeuna, ya iyalah akhirnya perjuangan selama 4 tahun membuahkan hasil. Thanks God. Perjuangan dari lulus SNMPTN yang memilih secara random, ambek-ambekan ga mau kuliah, dimusuhin temen, dapet IP perfect, ketemu someone yg ‘gimana gitu’, gawe sambil kuliah, kkn di desa terpencil, nyari2 tempat penelitian, nyebarin angket online beratus-ratus, ngejar2 plus di PHP dosen pembimbing and finally ikut sidang yang sangat mendadak. All things done with GOD bless.
Asli dulu tuh sempet ngedrop ngeliat tmen2 yang udah skripsi, trus gw masih PKL sambil kuliah, yang lain bimbingan, nyari dat, gw masih pkl trus proposal jg blm d acc. Bener2 amazinglah kalo kata si tukul mah, bahasa alkitab mah yang ga mungkin jadi mungkin dan yang ga layak jadi layak. Yes that’s true because His favor and mercy. Banyak belajar dan banyak di bentuk di kota ini, kota yang sempet saya sesali. But now I’m sure His plan for me never fails. Sebentar lagi gw harus pergi dari sini. Uuh sedih :’( , kesel, takut tapi ada bangga juga I can reach my finish line (for this section only).
Setelah dari sini gimana yah??? Kerja?Usaha? Nikah? Jadi apa? Dimana? Gajinya berapa? Hahahaha pergumulan yang tiada tara. Tapi itulah yang namanya hidup friends harus ada masalah, ya ga? Kalo mau jadi emas yang murni yah harus siap diayak, disaring, dilebur and dipanasin. Trus rasanya gimana yah so pasti ga enaklah. Liat nanti hasilnya cantik dan apik pastinya.
Rencana kedepan gw mau nyari kerja, yupss now I’m a jobseeker. Pinginnya sih jadi tetep di bidang mgt, marketing tepatnya. Perusahaannya fmcg atau consumer godslah pokonya. Tapi itu sih yang gw mau, blm tentu itu yang Tuhan mau. Makanya sekarang bahkan seterusnya kudu buka telinga lebar2 nih (jgn cma sekarang doang harusnya tiap hari). Segini dulu yah bloggers chit-chat kita.hihihi :*

Sabtu, 29 Juni 2013

Souvenir Skripsi

Juniii.. akan berakhir and here is one of my creation for my respondent: Help me to fill this quesionaire

Minggu, 15 Juli 2012

Story from Cijambu Village


Lokasi @Sungai Cijambu kp. Bobojong,

hii guys nge post lagi nih.. Ngepos gara-gara laper mata euy ngeliat temen kkn posting jdi pengen juga deh. Sekarang ini gw lagi ngejalanin kkn (kuliah kerja nyata) kuliah kerja ngegendutin, kuliah kerja ngebolang kalo menurut gw sichhh..
Coz disini banyakan maennya daripada belajarnya, melayani masyarakatnya.. Rada boring sih gw disana bingung itu tuh.. kampung pisan ke Kota Bandung 2 jam pake motor ntu juga kalo ngebut, 4 jam kalo naek bus, jauhhnya bukan main, gw milih disono karna udah telat ga dapet yg deket bandung, pikir gw yaudah sekalian aja ngebolang yang jauh, di google map c ga begitu jauh, ternyata gilee boo.. But anyway lumayanlah bisa ngeliat sungai danau (waduk), hutan kan jarang-ajrang gw liat yang begituaan.
Anak2 kelompok gwnya seruu juga, bodor, baik tapi kurang passionate ke programnya dan gw kurang suka mw ngomong maless ahh.. *mulai keluar cueek bebeknya.. Hahha yasudahlah, sekian duku reportase kita dari Ds. Cijambu, Kec. Cipongkor Bandung Barat, West Java
See u.. Muacch :D


Rabu, 25 Januari 2012

Akademisi vs Praktisi (COPIED)

Kelihatannya saya ditakdirkan untuk menjadi akademisi, walaupun terus terang menjadi akademisi bukanlah cita-cita dari kecil. Saya ingat cita-cita saya sewaktu kecil adalah menjadi Dokter Spesialis Anak. Entah mengapa dalam perjalanannya cita-cita yang mulia itu lenyap ditelan masa. Ingin pun tidak.

Ternyata being an academician is something! Bagaimana kita mentransfer knowledge, bagaimana membuat orang lain dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, bahkan dari tidak tertarik menjadi tertarik, ternyata memiliki kenikmatan bathin tersendiri. Bagaimana kita dihadapkan pada berbagai karakter dari peserta didik yang beragam, mulai dari yang smart sampai yang so-so, dari yang aktif sampai yang pasif, dari yang betul-betul memperhatikan kita sampai yang pandangannnya kosong krn pikirinannya entah kemana. Itu semua memberikan sensasi yang berbeda.

Pada mulanya saya mengira bahwa mengajar itu mudah, tidak ada bedanya dengan melakukan presentasi. Ternyata itu adalah salah besar. Kebetulan home base saya di instistusi pendidikan yang core businessnya adalah untuk mencetak para profesional dalam bidang kependidikan. Dari institusi inilah saya banyak belajar bahwa mengajar itu tidak mudah. Mengajar itu memerlukan strategies and approaches. Penguasaan terhadap content atau materi pembelajaran hanyalah secuil dari sekian banyak hal-hal lainnya yang harus ada dan dipersiapkan dalam mengajar. Mulai dari pengembangan kurikulum, penyusunan SAP/silabus, pendekatan pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, sampai kepada evaluasi pembelajaran. Itu semua hal-hal baru yang saya dapatkan di institusi tersebut.

Karena saya bertugas mainly di program studi non kependidikan, tentunya banyak hal-hal lain yang perlu saya perbaiki untuk mengembangkan teaching skill saya. Salah satunya adalah terjun langsung ke dalam 'the real world", atau dengan kata lain memahami dan mengetahui prakteknya di lapangan seperti apa.

Untungnya saya memiliki teman-teman yang suka mengajak saya bergabung dalam tim mereka untuk involve menyelesaikan berbagai pekerjaan seperti melakukan survey dan analisis terhadap suatu entitas bisnis. Hal ini membuat wawasan saya mengenai the real world bertambah. Bukan saja teori yang saya pelajari tetapi bagaimana saya ditantang untuk memberikan alternatif solusi bagi permasalahan yang ada yang betul-betul terjadi dalam dunia nyata.

Bila terjadi sinergitas antara para akademisi dengan para praktisi, hal ini akan menyebabkan tidak ada lagi timbulnya egoisme bahwa "saya adalah akademisi karena itu saya paling benar", atau "saya adalah praktisi karena itu saya paling hebat". Siapa bilang akademisi dan praktisi tidak bisa berkolaborasi. Justru berbagai permasalahan yang timbul dapat dipecahkan melalui teori-teori yang ada. Karena itu kolaborasi antara akademisi dan praktisi merupakan suatu titik temu yang dapat menghasilkan the best result. Akademisi dapat belajar dari berbagai situasi dan permasalahan yang terjadi sedangkan praktisi lebih wise dalam mengambil keputusan karena mengetahui dasar teorinya dengan jelas. Dengan demikian nantinya tidak akan ada lagi pernyataan "ah....akademisi kebanyakan teori, prakteknya nol besar" atau "ah...praktisi kan modalnya hanya mengandalkan instuisi bisnis aja, nothing more", tetapi yang ada adalah "bagaimana mengambil keputusan yang tepat dan cepat berdasarkan kerangka teori yang ada dan intuisi bisnis yang tajam".

Beruntunglah karena saya berada dalam "in between zone", dimana saya dapat belajar banyak dari kedua sisi. Viva Para Akademisi, Berjayalah Para Praktisi.

Dedicated to those who have inspired me, academically and practically...

Dr. Vanessa Gaffar, SE, Ak, MBA
Ketua Program Studi Manajemen FPEB UPI
Copied from: http://www.facebook.com/note.php?note_id=423721512138