Selasa, 10 Mei 2011

SELF COMPETENCY

Lima macam karakteristik kompetensi

1.Knowledge : mengacu kepada informasi dan pembelajaran seseorang, contoh: Pengetahuan tentang “Organisasi Informasi”
2.Skill: mengacu kepada keterampilan melakukan tugas tertentu, contoh: “Keterampilan pengkatalogan”
3.Self consept and values: mengacu kepada sikap, nilai atau citra diri seseorang. Contoh seseorang berkeyakinan bahwa ia mampu melakukan pekerjaan yang rumit sekalipun
4.Traits: mengacu kepada pembawaan (sifat) seseorang tenang, memiliki kemampuan mengontrol diri,
5.Motives: yaitu motif , emosi, keinginan, kebutuhan fisiologis seseorang dalam melakukan sesuatu.

MODEL ALIRAN KOMPETENSI
Kelima karakteristik yang ada di dalam personal akan membentuk keahliannya (skill) untuk bekerja yang menghasilkan kinerjanya, seperti yang terlihat pada gambar berikut ini :


Model Ice Berg untuk menggambarkan kompetensi diri seseorang


Kompetensi
Tampak >< Tersembunyi •Knowledge and Skills -à Visible (tampak), misalnya: mampu menggunakan Microsoft (skills) dan tingkat pengetahuannnya dalam ilmu komputer (knowledge) •Self Cosept, Values, Traits, and Motives à Hidden (tersembunyi), misalnya keseimbangan kerja dan keluarga (values), percaya diri (shows confidence), kalem (is calm) dan pantang menyerah(likes achieving goals. 1. Trait and Motive
Bagian Dalam (Core Personality, most difficult to develop.
2. Self-Consept, Attitudes, Valuaes
Bagian Dalam
3. Skill and Knowledge
Bagian permukaan (Surface, most easily developed)

Senin, 02 Mei 2011

Performance Appraisal

1. Pengertian Penilain Kinerja

Kinerja merupakan seperangkat hasil yang dicapao dan merujuk pada tindakan pencapaian serta pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang diminta. (Stolovicth and Keeps: 1992)
Kinerja merupakan salah satu kumpulan total kerja yang ada pada diri pekerja. (Griffin: 1987)
Kinerja merujuk pada tingkat keberhasilam dalam melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. kinerja dinyatakan baik dan sukses jika tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik. (Donnelly, Gibson and Ivancevich:1994)
Kinerja sebagai fungsi interaksi antara kemampuan (Ability), motivasi (Motivation) dan kesempatan (Opportunity yaitu kinerja= f (AxMxO). Artinya kinerja adalah fungsi dari kemampuan, motivasi dan kesempatan. (Robbins: 1996)
Kinerja adalah hasil seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.(Rivai & Basri, 2004: 14 ).
Menurut Robbins (1996) yang dikutip oleh Rivai dan Basri dalam bukunya yang berjudul performance apprasial, pada halaman 15 menyatakan bahwa ada tiga kriteria dalam melakukan penilaian kinerja individu yaitu:
(a) tugas individu.
(b) perilaku individu.
(c) dan ciri individu.
Performance is defined as the record of outcomes produced on specified job functions or activities during a specified time period. (Biernat, 2003:144)
Kinerja didefinisikan sebagai catatan atas hasil dibuat pada fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan selama periode waktu tertentu.

2. Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja

Manfaat penilaian kerja
Manfaat penilaian kinerja bagi semua pihak adalah agar bagi mereka mengetahui manfaat yang dapat mereka harapkan. (Rivai & Basri, 2004:55)
Pihak-pihak yang berkepentingan dalam penilaian adalah:
(1) Orang yang dinilai (karyawan)
(2) Penilai (atasan, supervisor, pimpinan, manager, konsultan) dan
(3) Perusahaan.

Manfaat bagi karyawan yang dinilai
Bagi karyawan yang dinilai, keuntungan pelaksanaan penilaian kinerja adalah (Rivai&Basri,2004 :58), antara lain:
a. Meningkatkan motivasi.
b. Meningkatkan kepuasan hidup.
c. Adanya kejelasan standard hasil yang diterapkan mereka.
d. Umpan balik dari kinerja lalu yang kurang akurat dan konstruktif.
e. Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan menjadi lebih besar.
f. Pengembangan tantang pengetahuan dan kelemahan menjadi lebih besar, membangun kekuatan dan mengurangi kelemahan semaksimal mungkin.
g. Adanya kesempatan untuk berkomunikasi ke atas .
h. Peningkatan pengertian tentang nilai pribadi.
i. Kesempatan untuk mendiskusikan permasalahan pekerjaan dan bagaimana mereka mengatasinya.
j. Suatu pemahaman jelas dari apa yang diharapkan dan apa yang perlu untuk dilaksanakan untuk mencapai harapan tersebut.
k. Adanya pandangan yang lebih jelas tentang konteks pekerjaan.
l. Kesempatan untuk mendiskusikan cita-cita dan bimbingan apa pun dorongan atau pelatihan yang diperlukan untuk memenuhi cita-cita karyawan.
m. Meningkatkan hubungan yang harmonis dan aktif dengan atasan.

Manfaat bagi penilai (supervisor/manager/penyelia)
Bagi penilai, manfaat pelaksanaan penilaian kinerja (Rivai&Basri, 2004 : 60) adalah;
a. Kesempatan untuk mengukur dan mengidentifikasikan kecenderungan kinerja karyawan untuk perbaikan manajeman selanjutnya.
b. Kesempatan untuk mengembangkan suatu pandangan umum tentang pekerjaan individu dan departemen yang lengkap.
c. Memberikan peluang untuk mengembangkan sistem pengawasan baik untuk pekerjaan manajer sendiri, maupun pekerjaan dari bawahannya.
d. Identifikasi gagasan untuk peningkatan tentang nilai pribadi.
e. Peningkatan kepuasan kerja .
f. Pemahaman yang lebih baik terhadap karyawan, tentang rasa takut, rasa grogi, harapan, dan aspirasi mereka.
g. Menigkatkan kepuasan kerja baik terhadap karyawan dari para manajer maupun dari para karyawan.
h. Kesempatan untuk menjelaskan tujuan dan prioritas penilai dengan memberikan pandangan yang lebih baik terhadap bagaimana mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada perusahaan.
i. Meningkatkan rasa harga diri yang kuat diantara manajer dan juga para karyawan, karena telah berhasil mendekatkan ide dari karyawan dengan ide para manajer.
j. Sebagai media untuk mengurangi kesejangan antara sasaran individu dengan sasaran kelompok atau sasaran departemen SDM atau sasaran perusahaan.
k. Kesempatan bagi para manajer untuk menjelaskan pada karyawan apa yang sebenarnya diingikan oleh perusahaan dari para karyawan sehingga para karyawan dapat mengukur dirinya, menempatkan dirinya, dan berjaya sesuai dengan harapan dari manajer.
l. Sebagai media untuk menigkatkan interpersonal relationship atau hubungan antara pribadi antara karyawan dan manajer.
m. Dapat sebagai sarana menimgkatkan motivasi karyawan dengan lebih memusatkan perhatian kepada mereka secara pribadi.
n. Merupakan kesempatan berharga bagi manajer agar dapat menilai kembali apa yang telah dilakukan sehingga ada kemungkinan merevisitarget atau menyusun prioritas kembali.
o. Bisa mengidentifikasikan kesempatan untuk rotasi atau perubahan tugas karyawan.

Manfaat bagi perusahaan
Bagi perusahaan, manfaat penilaian adalah, (Rivai&Basri, 2004 : 62) antara lain:
a. Perbaikan seluruh simpul unit-unit yang ada dalam perusahaan karena:
1) Komunikasi menjadi lebih efektif mengenai tujuan perusahaan dan nilai budaya perusahaan.;
2) Peningkatan rasa kebersamaan dan loyalitas;
3) Peningkatan kemampuan dan kemauan manajer untuk menggunakan keterampilan dan keahlian memimpinnya untuk memotivasi karyawan dan mengembangkan kemauan dan keterampilan karyawan.
b. Meningkatkan pandangan secara luas menyangkut tugas yang dilakukan oleh masing-masing karyawan;
c. Meningkatkan kualitas komunikasi;
d. Meningkatkan motivasi karyawan secara keseluruhan;
e. Meningkatkan keharmonisan hubungan dalam pencapaian tujuan perusahaan;
f. Peningkatan segi pengawasan melekat dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh setiap karyawan;
g. Harapan dan pandangan jangka panjang dapat dikembangkan;
h. Untuk mengenali lebih jelas pelatihan dan pengembangan yang dibutuhkan;
i. Kemampuan menemu kenali setiap permasalahan;
j. Sebagai sarana penyampaian pesan bahwa karyawan itu dihargai oleh perusahaan;
l. Budaya perusahaan menjadi mapan. Setiap kelalaian dan ketidakjelasan dalam membina sistem dan prosedur dapat dihindarkan dan kebiasaan yang baik dapat diciptakan dan dipertahankan. Berita baik bagi setiap orang dan setiap karyawan akan mendukung pelaksanaan penilaian kinerja, mau berpartisipasi secara aktif dan pekerjaan selanjutnya dari penilaian kinerja akan menjadi lebih baik;
m. Karyawan yang potensil dan memungkinkan untuk menjadi pimpinan perusahaan atau sedikitnya yang dapat dipromosikan menjadi lebih mudah terlihat, mudah diidentifikasikan, mudah dikembangkan lebih lanjut, dan memungkinkan peningkatan tanggung jawab secara kuat;
n. Jika penilaian kinerja ini telah melembaga dan keuntungan yang diperoleh perusahaan menjadi lebih besar, penilaian kinerja akan menjadi salah satu sarana yang paling utama dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

3. Standar/ukuran Kinerja

4. Proses/tahap Penilaian Kinerja

5. Metode/teknik Penilaian kinerja
Referensi

Daftar Pustaka

Mondy, R. Wayne. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Jilid 1, Erlangga.
Rivai, Veitzhal dan Basri. 2004. Performance Appraisal; Sistem yang tepat untuk menilai kinerja katyawan dan daya saing perusahaan. Prenada Media.
Pophal, Lin Grensing. 2000. Human Resource Book; Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis: .
Biernat, H. John. 2003. Human Resource Management: An Experiental Approach. Mc Graw Hill.
Moheriono. 2009. Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi: Ghalia Indonesia.
Milkovich and Boudreau. 1997. Human Resource Managenent, 8th Edition: Times Mirror.

Situs Internet:
Klik disini!
http://appraisals.naukrihub.com/definition-concept.html (diakses pada 3 Mei 2011)
atau yang ini

http://www.openlearningworld.com/olw/courses/books/Performance%20and%20Potential%20Appraisal/Performance%20and%20Potential%20Appraisal/Methods%20of%20Performance%20Appraisal.html (Diakses pada 3 Mei 2011)

Minggu, 10 April 2011

I need a Catalyz

Mareeeeeeet.. gile abis kayanya nih bulannya tugas deh. yup-yup-yup lw tau kan selama ini kuliah gw tuh slow-slow aja eh baru sekarang deh ngerasain yang namanya tugas en tugas berguliran.
Mau nulis apa ya.. gw sekarang ya disesuaiin sama judulnya aja kale ya.. Rada bete deh pas kemaren gak dikasih 23 sks abis gw males ga jebo gini kagak ada kerjaan. Tapi sukur juga deh kan gw karena di semester ini ada matkul yang dosennya ngeselin aja. masalahnya gini tugasnya tuh ga meaning bangetlah. ceritanya tuh kita disuruh bikin chapter repport alias ngerangkum tiap bab yang bakal di terangin tuh dosen tapi teks booknya itu bahasa inggris. berhubung dikelas gw tuh anak2nya kreatif dasyat langsung deh keluar ide2 instan. Ada yang saking malesnya nerjemahin langsung aja dah beli teks book yamg bahasa indonesia terus discan and copas. Mereka c mungkin enak punya berbagai sumber daya yang bisa mempermudah semua itu tapi gw..?#%^$^ Ooops ga boleh sedih ku kan masih punya otek yang super canggih yang bisa ngalahin mesin-mesin itu. Ohh iya juga sih. (menghibur diri)
widih hebat banget kan mereka rada bosen en muak si gw berada di culture yang kaya begitu. huuft tapi pas kemaren ada yang bilang gini Tuhan gak mau ngerubah lingkungan lo tapi Dia pingin lo yang berubah. Hmm ada benernya juga sih tapi ya berubah itu kan seharusnya ke arah yang lebih positif tapi kalo w hatus ngikutin gaya mereka uhh gak banget deh. Tapi yah lumayanlah kemaren w dapet sedikit pencerahan. Walau gak secara to the point ngejawab semua itu tapi setidaknya itu bikin gw sedikit legowo menerima keadaan ini.
Di sebuah buku ada illustrasi tentang kejadian ini inti pokok dari cerita itu kita tuh kalo pergi/pindah ke suatu tempat terus ternyata di tempat itu lho ga nemuain apa yang elo harepin, bahkan bertolak belakang sama ekspektasi lw ya lho kudu nerimo aje, bahkan kalo perlu lu bukannya mencontoh apa yang gx baik disana tapi menebar kebaikan. yeah jadi saluran berkat atau inspiratir gitulah buat mereka. Gile ni advice berat banget menurut gw mah, coba aja lo bayangin kondisi lo aja kacau balau, malah disuruh gitu uh dobel beratnya. Tapi ya emang kalo dipikir-pikir ya bener juga daripada mengeluh, melamun, mengenang masa-masa kejayaan gw dulu (alah gaya) heehheu.. ya lebih baik melakukan itu. Moving on kalo katanya Andien. Nah next question adalah move to where? yeah so many constrain, sometimes make a barrier for me to move. pengennya gabung ke suatu komunitas tapi susah banget bwt gw gerak. Aduh bener kata kimia nih butuh katalisator (enzim) yang bisa menurunkan energi aktivasi suatu reaksi.


Yah kadang teori motivasi McClelland - Theory of Needs- needs Acievment, Affiliation and Power. Gubrak kemaren pas uts gw ga pake power tapi apreciation. haahha itu mah needs Theory versi Mc Rebecca yah.. *tdk disarankan jadi jawaban uts lho.


*klo mw niron yang ini tha.. (glek-glek efek bandung)

Rabu, 16 Februari 2011

School chapter 1

Hari Minggu (13 February 11) dirumah "Bener nih mau pulang tumben ga bolos kan selasa libur?" kata mama gw. "gak ma, pulang sekarang" "hahha udah tobat ga bolos lagi" kata ade gw. Hari Senin Jam sepuluh @Garnadi (14 February 11) Ya peramalan itu begini ... bla.. bla.. bla.. by Bu Rofi aka Dosen M.O.L huuh bosen ini kan udah di M.O kemaren mana gw sendirian pula nyari materi tentang forecasting (bukannya sombong tapi serius bener) ah.. nengok2 keluar dikit.. beugh lha ada bocah SMA nih depan kelas gw baju kotak-kota asa mirip Bonlap, eh bener pas liat betnya logo bunga gitu.. tumben anak tambun maen kesini biasa nya ke kampus bawah. hehhe.. Apalagi ikut lomba yak.. Saelese kuliah ke u-net ah bentar drpada bengong sembari nunggu Msdm. Uuups udah jam 1 pas cabut langsung ke Garnadi. Tiba2 pas depan fpips mau nyebrang, lho koq beneran banyak yak anak2 bonlapnya. akirnya karena penasaran w pura-pura jalan ngedeketin rombongan anak2 bonlap yang gayanya masih sama.. batik kotak-kotak, rok abu2 aneh, en berjilbab. "dek-de, anak bonlap ya?" "Iya" "kakak, dari Bonlap juga ya?" "Iya" jawab gw, "kakak mbil jurusan apa?" "Manajemen nondik" "Masuknya lewat UM ato Snmptn ka? "Snmptn" jawab gw sambil nanya2 mereka ngapain aja disini, ternyata itu rangkaiann acara carrer day gitu. Haah biasa dari dulu tuh sekolah emang agak lebay dalam urusan beginian. Yang ke kmpus gw itu anak reguler terus yang kekampus bawah anak WI, yah biasalah. nah pas itu kan gw buru-buru trus tuh anak nanya gini, "Gimana ka rasanya kuliah disini? Duar, langsung cenat-cenut nih gw ditanya gitu. ""Hmm gitulah dek biasa aja tapi lumayan koq" hehheu langsung ngibrit deh gw masuk M.SDm L.
heeehe masa-masa 12 ipa 7 dulu nih..

Rabu, 12 Januari 2011

" Say Gud Bye 2010 and Hello 2011"

Hai blogger.. waow ga terasa 2010 udah abis cepet juga ya. Sekarang w mao ngereview dikit ah apa yang terjadi di hidup gw.Tiap hari masih kuliah jurusan masih menejemen, kosan ya di Bandung. Ini dia cuplikan peristiwa-peristiwa yang terjadi selama 2010. Check it out.. UAS pertama dalam masa perkuliahan gw, disitulah gw ngerasa jadi bocah ilang yang kalang kabut. Untuk pertama kalinya nulis notes di FB karena diriku sedang dilanda kegalauan tingkat tinggi. Seneng juga pas liat ternyata jauh disana masih ada orang-orang yang care sama gw. Liburan pertama dengan status mahasiswa. So amaze with my first GPA, yeah I got perfect score. (hehhe maklum diskul ga pernah seeksis ini nilei gwa..) Hwakwaak ^__@ Ikut HIMA jurusan tapi ya gimana gitu deh, ga dapet fell organisasinya, trus angot-angotan gitu deh. Diperlakukan tidak adil sama temen2 kosan w yang lama dulu. Jadi DPO ibu kosan karena cabut 2bulan tanpa keterangan. Gak ikud SP karena something problem. Grogi bgt pas ada masalah bayar SPP, tapi untungnya bisa diurus. Nyoba-nyoba nyari kerja tapi kayanya itu bukan pasion gw untuk saat ini, maybe latter. My first retreat in my life, walau tuh retreat agak terpaksa tapi lumayan serulah ketemu sama anak-anak dbaru yang seiman, terus bisa share juga tentang masalah kerohanian. Second GPA yah masih lumayan lah tapi terjadi sedikit degradasi with my GPA, but no problemlah its not my priority. Yeah jadi anak tingkat dua nih, yups bener banget makin tinggi pohon makin kenceng anginnya, makin naik kelas makin kompleks problematika hidup. Eits jangan nyerah, katanya mau dipersiapkan jadi raja, jadi leader untuk selama-lamaya ya kudu dipersiapkan, diproses dan dibentuk dulu dong, emang sihh rasanya “ga enakeun” kata orang sundanya mah. (Hahha ^_~ catetan kotbah di GenNeo Setiabudhi kebawa tapi untunglah tandanya FirTu ini termetraikan dipikran gw, tapi moga lagi bias teraplikasi uy) Hmm there’s a lot of problem wit my friend, sometimes gak bias dijelasin dengan akal sehat gw. It’s Complicated lah, tapi untungnya masih ada orang yang rela mendengarkan keluh kesah gw , walau kadang dia juga ga habis piker tentang itu semua, lumayanlah buat sharing2. Semester ini ada study tur tp gw gak ikud, sempet bikin sensasi gitu deh. Abis menurut gw tuh acara rada konyol gitu deh, ah pokonya yang penting suka gak dipentingin, sedangkan yang ga terlalu mutu malah dipentingin banget. Ah gitulah pokonya tafsirkan sendiri aja deh. And finnaly in this year I have a blog, sebenernya udah lama pingin tapi baru taon ini kesampean, seru bias nulis apa yang ada dipikiran gw, tanpa malu, jujur dan kritis. Seruu juga lho baca tulisan2 orang laen dan menemukan something different aja dari tulisan orang yang udah lumayan gw kenal. Waow amazingnya hidup gw, walo kerasa susah, sedih, capek, bete. Tapi semuanya bisa gw lewatin yeah because His grace every day. Keep Smile.. JLu..

Minggu, 12 Desember 2010

Untitled

Hii people, welcome to december!! yeah, the last month in this year. Now, I will talk about something that I fell in the next week.
Mungkin beberapa orang udah tau saya gak ikut, company visit ke jogja,semarang. I'ts difficult choice but sgala yang terjadi di hidup saya memang bukan kebetulan dan minggu ini saya dapet pelajaran dari dua orang, yang satu keluarga saya dan yang satu lagi ya si Miss MD ini.
Nah sekarang saya mau cerita tentang si Miss MD ini, Beliau pertama kali saya liat di kelas PAK semester kemarin, kalo boleh dikomentarin dari sisi penampilan dia jauh dari kata modis, dari sisi intelektual juga saya boleh katakan jauh dari jenius, smart, otak encer, dsb. Tapi ada yang spesial dari dirinya yang baru saya temuin disini. Entah kenapa pas pulang aplikom waktu itu gw males banget lewat prodi lama makanya w pilih lwt depan labschool pas itu w ngeliat ni anak, langsung aja w teriak manggil. Pas ditanya mau kemana ni anak bilang mau pulang lha ngapain lewat arah k perpus kan tambah jauh kata gw trus kata ni anak biarain aja qu seneng koq jalan-jalan. Yodah anterin w ke perpus bentar ya ntar kita jalan bareng k tempat nunggu angkot lewat gerlong. Udah deh mau tuh anak w suruh gitu
Selesai dari perpus kita jalan bareng dia sambil cerita2 gitu deh ya cerita tentang dosen yang sama, matakuliah, natal, kelas pak, dsb. Ohiya Sabtu kemarin kami ke Natal kampus bareng lho.. Hehhe :)
Yah seperti postingan yang beberapa hari lalu w tulis di status yang gini 
Perbedaan memang membuat warna, tapi satu visi juga perlu

"Bird as the same feather are flock together" And the question is, where the same 'feather' as me?"

Ya, mungkin itu cukup menggambarkan bagaimana keadaan w sekarang, you know lah w bak 'bird' dalam tulisan itu. Sambil jalan w dan si Miss MD ini, saling bergumul tentang kehidupan kami di kampus ini. Selain itu saya juga mencoba menyemangatinya jika ia berkeluh kesah, saya coba mensupportnya padahal kami dalam kondisi yang tidak jauh berbeda. Dari semua cerita yang ada benang merah dari itu, ya sama yakni, kami merindukan adanya, "Mr/Miss Study Holic" yang bisa memotivasi kami untuk belajar lebih. Dikelas kami juga merasakan hal yang sama dalam beberapa situasi, pas denger curhatan dia, w langsung mikir oh ternyata dikampus ini w gak sendirian banget koq, masih ada teman sebangsa dan setanah air, walu tak sekelas. Bahkan cewek yang terkesan lemah ini melontarkan kata-kata keras dari mulutnya kurang lebih gini, "kalo anak idealis kayak kamu gini gak bakal sukses kalo di kelas aku (Miss MD) yang bakalan maju ya para Penjilat itu". Weew terkejut abis w pas denger kata-kata  itu w kira hanya kekesalan ku terhadap mahluk-mahluk itu sudah sangat tinggi, tapi ternyata ada yang lebih dahsyat toh.

If u see the beautiful  pitcure on top yeah, they can because same feather and one vision.

Thanks 4 hearing me Blooger.


Selasa, 07 Desember 2010

How to be a Problem Solver

Menjadi Seorang Problem Solver yang Profesional

Oleh:

Prof. Dr. Vincent Gaspersz, CFPIM, CSCP.

Guru Besar Teknik Industri di Trisakti dan konsultan di berbagai perusahaan (Salim Group,  Astra, Gajah Tunggal, dll)


Dalam setiap bidang kehidupan, kita harus menjadi seorang problem
solver yang profesional. Namun dalam kenyataan tidak banyak orang
yang berhasil, malahan mereka menjadi frustrasi dan kemudian
menyalahkan lingkungan atau faktor-faktor di luar pengendalian
(uncontrollable causes), yang pada akhirnya berakibat pada Stress
(lulus S1), lalu meningkat menjadi Stroke (lulus S2) dan pada
akhirnya mengakibatkan Stop-kematian (lulus S3), dari Universitas
Kehidupan!

Penulis selalu menggunakan pendekatan yang terdiri dari tiga langkah
untuk menyelesaikan masalah, dan dalam praktek terbukti ampuh! Dengan
demikian konsep problem solving ini bukan teori belaka, tetapi telah
terbukti keberhasilannya. Jika konsep ini diterapkan dan tidak
berhasil, maka kesalahan bukan pada konsep ini tetapi karena
ketidakprofesionalan semata dari orang yang menerapkan konsep ini.

Ketiga langkah tersebut adalah: (1) mengidentifikasi masalah secara
tepat, (2) menemukan sumber dan akar penyebab dari masalah itu, dan
(3) mengajukan solusi masalah secara efektif dan efisien.

Langkah Pertama: Mengidentifikasi Masalah Secara Tepat

Secara konseptual suatu masalah (M) didefinisikan sebagai
kesenjangan atau gap antara kinerja aktual (A) dan target kinerja (T)
yang diharapkan, sehingga secara simbolik dapat dituliskan persamaan:
M = T - A. Berdasarkan konsep ini, maka seorang problem solver yang
profesional harus terlebih dahulu mampu mengetahui berapa atau pada
tingkat mana kinerja aktual (A) pada saat ini, dan berapa atau pada
tingkat mana target kinerja (T) itu akan dicapai dan kapan harus
mencapai target kinerja (T) itu? Pada tahap awal ini, kita harus
mampu mendefinisikan secara tegas apa masalah utama (M Besar) kita,
kemudian menetapkan pada tingkat mana kinerja aktual (A) kita pada
saat sekarang, dan juga menetapkan target kinerja (T) dan kapan waktu
pencapaian target kinerja (T) itu?

Langkah Kedua: Menemukan Sumber dan Akar Penyebab dari Masalah

Suatu solusi masalah yang efektif adalah apabila kita berhasil
menemukan sumber-sumber dan akar-akar penyebab dari masalah itu,
kemudian mengambil tindakan untuk menghilangkan akar-akar penyebab
itu.

Untuk dapat menemukan akar penyebab dari suatu masalah, maka kita
perlu memahami dua prinsip yang berkaitan dengan hukum sebab-akibat,
yaitu:

1. Suatu akibat terjadi atau ada hanya jika penyebabnya itu ada
pada titik yang sama dalam ruang dan waktu.

2. Setiap akibat mempunyai paling sedikit dua penyebab dalam
bentuk: (a) penyebab yang dapat dikendalikan (controllable causes)
dan (b) penyebab yang tidak dapat dikendalikan (uncontrollable
causes). Penyebab yang dapat dikendalikan berarti penyebab itu berada
dalam lingkup tanggung jawab dan wewenang kita sehingga dapat diambil
tindakan (actionable) untuk menghilangkan penyebab itu. Sebaliknya
penyebab yang tidak dapat dikendalikan berada di luar pengendalian
kita. Penyebab yang tidak dapat dikendalikan (berada di luar kontrol
kita) terdiri dari paling sedikit dua penyebab, yaitu: (b1)
penyebab yang dapat diperkirakan (predictable causes) sehingga
memungkinkan kita untuk mengantisipasi dan mencegahnya, dan (b2)
penyebab yang tidak dapat diperkirakan karena belum ada referensi
atau pengetahuan tentang kejadian itu sebelumnya.

Hal yang paling penting agar mampu mencapai solusi masalah yang
efektif dan efisien adalah memahami prinsip ke-2 dari hukum sebab-
akibat di atas, yaitu bahwa setiap akibat memiliki paling sedikit dua
penyebab dalam bentuk (a) penyebab yang dapat dikendalikan
(controllable causes) dan (b) penyebab yang tidak dapat dikendalikan
(uncontrollable causes). Untuk setiap penyebab yang tidak dapat
dikendalikan (uncontrollable causes) akan terdapat lagi dua kategori
penyebab, yaitu: (b1) penyebab yang dapat diprediksi (predictable
causes) dan (b2) penyebab yang tidak dapat diprediksi sebelum
kejadian (unpredictable causes).

Prinsip ke-2 dalam hukum sebab-akibat di atas, mengajarkan
kepada kita bahwa setiap kali kita bertanya "Mengapa (Why)?", kita
seharusnya menemukan paling sedikit dua jenis penyebab di atas,
yaitu: (a) penyebab yang dapat dikendalikan, dan (b) penyebab yang
tidak dapat dikendalikan, selanjutnya untuk setiap penyebab yang
tidak dapat dikendalikan kita seharusnya mampu mengidentifikasi
apakah penyebab yang tidak dapat dikendalikan itu adalah (b1) dapat
diperkirakan atau diprediksi sebelum kejadian, dan (b2) tidak dapat
diprediksi atau diperkirakan sebelum kejadian.

Selanjutnya apabila kita mengumpulkan jawaban dari penyebab yang
dapat dikendalikan dan jawaban dari penyebab yang tidak dapat
dikendalikan namun dapat diperkirakan, maka dua tindakan solusi
masalah berikut dapat diambil, yaitu: (1) menghilangkan akar penyebab
yang dapat dikendalikan, dan (2) mengantisipasi melalui tindakan
pencegahan terhadap penyebab yang tidak dapat dikendalikan namun
dapat diperkirakan itu.

Selanjutnya akar-akar penyebab dari masalah yang ditemukan melalui
bertanya "Mengapa" beberapa kali itu dimasukkan ke dalam diagram
sebab-akibat yang telah mengkategorikan sumber-sumber penyebab
berdasarkan prinsip 7M, yaitu:

1. Manpower (tenaga kerja): berkaitan dengan kekurangan dalam
pengetahuan (tidak terlatih, tidak berpengalaman), kekurangan dalam
keterampilan dasar yang berkaitan dengan mental dan fisik, kelelahan,
stress, ketidakpedulian, dll.

2. Machines (mesin-mesin) dan peralatan: berkaitan dengan tidak
ada sistem perawatan preventif terhadap mesin-mesin produksi,
termasuk fasilitas dan peralatan lain, tidak sesuai dengan
spesifikasi tugas, tidak dikalibrasi, terlalu complicated, terlalu
panas, dll

3. Methods (metode kerja): berkaitan dengan tidak ada prosedur
dan metode kerja yang benar, tidak jelas, tidak diketahui, tidak
terstandardisasi, tidak cocok, dll.

4. Materials (bahan baku dan bahan penolong): berkaitan dengan
ketiadaan spesifikasi kualitas dari bahan baku dan bahan penolong
yang digunakan, ketidaksesuaian dengan spesifikasi kualitas bahan
baku dan bahan penolong yang ditetapkan, ketiadaan penanganan yang
efektif terhadap bahan baku dan bahan penolong itu, dll.

5. Media: berkaitan dengan tempat dan waktu kerja yang tidak
memperhatikan aspek-aspek kebersihan, kesehatan dan keselamatan
kerja, dan lingkungan kerja yang kondusif, kekurangan dalam lampu
penerangan, ventilasi yang buruk, kebisingan yang berlebihan, dll.

6. Motivation (motivasi): berkaitan dengan ketiadaan sikap kerja
yang benar dan profesional (tidak kreatif, bersikap reaktif, tidak
mampu bekerjasama dalam tim, dll), yang dalam hal ini disebabkan
oleh sistem balas jasa dan penghargaan yang tidak adil kepada tenaga
kerja.

7. Money (keuangan): berkaitan dengan ketiadaan dukungan
finasial (keuangan) yang mantap guna memperlancar peningkatan proses
menuju target kinerja yang telah ditetapkan itu.

Langkah Ketiga: Solusi Masalah Secara Efektif dan Efisien

Berdasarkan uraian di atas, maka kita dapat menyusun langkah-langkah
solusi masalah yang efektif dan efisien, yaitu:

1. Mendefinisikan masalah secara tertulis, yang berkaitan dengan
pertanyaan-pertanyaan berikut:

Apa (What): Apa yang menjadi Akibat Utama (Primary Effect) dari
masalah itu?
Bilamana (When): Kapan terjadi masalah itu, sewaktu-waktu atau
sepanjang waktu?
Di mana (Where): Di mana masalah itu terjadi, lokasi dalam sistem,
fasilitas, atau komponen?
Mengapa (Why): Mengapa Anda serius memperhatikan masalah ini,
berkaitan dengan signifikansi dampak dari masalah itu?

2. Membangun diagram sebab-akibat yang dimodifikasi untuk
mengidentifikasi: (a) akar penyebab dari masalah itu, dan (b)
penyebab-penyebab yang tidak dapat dikendalikan, namun dapat
diperkirakan.

3. Setiap akar penyebab dari masalah dimasukkan ke dalam diagram
sebab-akibat yang mengkategorikan berdasarkan prinsip 7M (Manpower-
tenaga kerja, Machines-mesin-mesin, Methods-metode kerja, Materials-
bahan baku dan bahan penolong, Motivation-motivasi, Media-lingkungan
dan waktu kerja, dan Money-dukungan finansial yang diberikan),
sedangkan penyebab-penyebab yang tidak dapat dikendalikan namun dapat
diperkirakan, didaftarkan pada diagram sebab-akibat itu secara
tersendiri.

4. Mengidentifikasi tindakan atau solusi yang efektif melalui
memperhatikan dan mempertimbangkan: (a) pencegahan terulang atau
muncul kembali penyebab-penyebab itu, (b) tindakan yang diambil harus
berada di bawah pengendalian kita, dan (c) memenuhi tujuan dan target
kinerja yang ditetapkan.

5. Menerapkan atau melakukan implementasi terhadap solusi atau
tindakan-tindakan yang diajukan itu. Setiap tindakan perbaikan atau
peningkatan kinerja seyogianya didaftarkan ke dalam rencana tindakan
(action plans) yang memuat secara jelas setiap tindakan perbaikan
atau peningkatan mengikuti prinsip 5W-2H (What-apa tindakan
peningkatan yang diajukan?, When-bilamana tindakan peningkatan itu
akan mulai diterapkan?, Where-di mana tindakan peningkatan itu akan
diterapkan?, Who-siapa yang akan bertanggungjawab terhadap
implementasi dari tindakan peningkatan itu?, Why-mengapa tindakan
peningkatan itu yang diprioritaskan untuk diterapkan?, How-bagaimana
langkah-langkah dalam penerapan tindakan peningkatan itu?, How Much-
berapa besar manfaat yang akan diterima dari implementasi tindakan
peningkatan itu dan berapa pula biaya yang harus dikeluarkan untuk
membiayai implementasi dari tindakan peningkatan itu).

Silakan mencoba konsep ini dalam praktek kerja Anda, jika masih GAGAL
agar menghubungi saya untuk berdiskusi, di mana letak kegagalan itu?
Taken From millis:  Manajemen-Industri-subscribe/at/yahoogroups.com