Haii readers.. waaaow kangen pisan nih nulis, baca-baca, surving2 di dunia bloging dan sejenisnya. dua ribu tiga belas... *huft semangat ya mahasiswa tingkat akir*. Magang beres, kkn udah keluar nilainya tinggal satu matkul yang mengtihawatirkan ini sama UP. Gila lebih cetaar rasanya jdi anak tk. 4 daripada mahasisiwa tk.1 & 2 walaupun ga ada kuliah tapi kepikran aja sama si semiar, judul, dsb itu tea.. Hahha yasudahlah nikmatin aja en keep sourender in HIM :)
Semenjak beres kkn daku ga ngekos sendiri lagi, tp ngontrak rumah bareng tmen2 lebih tepatnya temen sekomsel gw, komsel?! apa tuh? Komunitas sel yang di gereja gw sekarang di bilang PeKa.. ga salah lo bek ikut komsel di Bandung? Hhmm dulunya sih begitu tapi sekarang saya kan udah tobat cuy, baru nyadar How stupid i am 'dulu'. Oneday yah i will tell u about that. Hikshikss :'( #masasuram
Pas pertama diajakin ngekos bareng serumah rada bingung sih gw dengan perbagai pertimbangan gw mau. Gw tipical anak rumahan yang jauh dari gaya hidup hedonisme, konsumerisme dan hehereuyannism (basa sunda diambil dari kata hereuy yang artinya becanda or main). Pertamanya sihh seneng masuk ke yang begituaan tp koq sekarang kayanya gw udah sampe titik jenuh suntuk pisan sama beberapa kelakuan mereka belum lagi dengan beberapa masalah dari luar rumah Crunchy. Dulu sih seneng tapi banyak topeng yang dulu belum mereka buka. OK, fine no body perfect, tapi jauh dari yang gw bayangkan ato dri orang-orang luar sana pikir. Salah satu jawabannya adalah belajar nerima orang lain kalo diterima trus gitu2 lagi sometimes suka nyeri hate bu..
Ohh ya fren gw mw cerita tentang mahluk2 crunchy namanya kita smarkan ya.. First of all i want to tell u about my bedroom mate si bu @Xikaxxxkuk, pertaama denger mw sekamar sama beliau gubrak rada serem nih dy kayanya disiplin pisan dan batak kalee pula.. Wkwkwkwkak Kalo gw serumah sm batak2 ori ini pasti gw kena karma gara2 ngatain kakak gw yang suka gabung sm anak2 sejenis beginian. Tapi semua telah berubah setelah mengenalnyaa becoz ternyata hatinya putih sehalus sutra, lho kq ga nyambung seputih salju maksud gw, alias baik pisan ga bisa marah, hatinya sangat rapuh seperti gabus sifatnya sangat keibuan *eh salah deng ke mamak2an* #thebatakeffect.
PS: CRUNCHY stands for Christ reedems u and certaintly heals u..(But I didnt see at our home) it doesnt reflect it so sad to tell u about that :(
tapi ini peer berat buat gw buat bisa nerima orang apa adanya gak 'ada apanya', yeah i'm still trying and learn moree, ohiya ini juga bagian dari sekolah karakter lho, pelajaran yg ga bakal u temuin disekolah biasa.. Ok segitu dulu yah buu.. :)
Jumat, 08 Maret 2013
Minggu, 15 Juli 2012
Story from Cijambu Village
Lokasi @Sungai Cijambu kp. Bobojong,
hii guys nge post lagi nih.. Ngepos gara-gara laper mata euy ngeliat temen kkn posting jdi pengen juga deh. Sekarang ini gw lagi ngejalanin kkn (kuliah kerja nyata) kuliah kerja ngegendutin, kuliah kerja ngebolang kalo menurut gw sichhh..
Coz disini banyakan maennya daripada belajarnya, melayani masyarakatnya.. Rada boring sih gw disana bingung itu tuh.. kampung pisan ke Kota Bandung 2 jam pake motor ntu juga kalo ngebut, 4 jam kalo naek bus, jauhhnya bukan main, gw milih disono karna udah telat ga dapet yg deket bandung, pikir gw yaudah sekalian aja ngebolang yang jauh, di google map c ga begitu jauh, ternyata gilee boo.. But anyway lumayanlah bisa ngeliat sungai danau (waduk), hutan kan jarang-ajrang gw liat yang begituaan.
Anak2 kelompok gwnya seruu juga, bodor, baik tapi kurang passionate ke programnya dan gw kurang suka mw ngomong maless ahh.. *mulai keluar cueek bebeknya.. Hahha yasudahlah, sekian duku reportase kita dari Ds. Cijambu, Kec. Cipongkor Bandung Barat, West Java
See u.. Muacch :D
Rabu, 25 Januari 2012
Akademisi vs Praktisi (COPIED)
Kelihatannya saya ditakdirkan untuk menjadi akademisi, walaupun terus terang menjadi akademisi bukanlah cita-cita dari kecil. Saya ingat cita-cita saya sewaktu kecil adalah menjadi Dokter Spesialis Anak. Entah mengapa dalam perjalanannya cita-cita yang mulia itu lenyap ditelan masa. Ingin pun tidak.
Ternyata being an academician is something! Bagaimana kita mentransfer knowledge, bagaimana membuat orang lain dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, bahkan dari tidak tertarik menjadi tertarik, ternyata memiliki kenikmatan bathin tersendiri. Bagaimana kita dihadapkan pada berbagai karakter dari peserta didik yang beragam, mulai dari yang smart sampai yang so-so, dari yang aktif sampai yang pasif, dari yang betul-betul memperhatikan kita sampai yang pandangannnya kosong krn pikirinannya entah kemana. Itu semua memberikan sensasi yang berbeda.
Pada mulanya saya mengira bahwa mengajar itu mudah, tidak ada bedanya dengan melakukan presentasi. Ternyata itu adalah salah besar. Kebetulan home base saya di instistusi pendidikan yang core businessnya adalah untuk mencetak para profesional dalam bidang kependidikan. Dari institusi inilah saya banyak belajar bahwa mengajar itu tidak mudah. Mengajar itu memerlukan strategies and approaches. Penguasaan terhadap content atau materi pembelajaran hanyalah secuil dari sekian banyak hal-hal lainnya yang harus ada dan dipersiapkan dalam mengajar. Mulai dari pengembangan kurikulum, penyusunan SAP/silabus, pendekatan pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, sampai kepada evaluasi pembelajaran. Itu semua hal-hal baru yang saya dapatkan di institusi tersebut.
Karena saya bertugas mainly di program studi non kependidikan, tentunya banyak hal-hal lain yang perlu saya perbaiki untuk mengembangkan teaching skill saya. Salah satunya adalah terjun langsung ke dalam 'the real world", atau dengan kata lain memahami dan mengetahui prakteknya di lapangan seperti apa.
Untungnya saya memiliki teman-teman yang suka mengajak saya bergabung dalam tim mereka untuk involve menyelesaikan berbagai pekerjaan seperti melakukan survey dan analisis terhadap suatu entitas bisnis. Hal ini membuat wawasan saya mengenai the real world bertambah. Bukan saja teori yang saya pelajari tetapi bagaimana saya ditantang untuk memberikan alternatif solusi bagi permasalahan yang ada yang betul-betul terjadi dalam dunia nyata.
Bila terjadi sinergitas antara para akademisi dengan para praktisi, hal ini akan menyebabkan tidak ada lagi timbulnya egoisme bahwa "saya adalah akademisi karena itu saya paling benar", atau "saya adalah praktisi karena itu saya paling hebat". Siapa bilang akademisi dan praktisi tidak bisa berkolaborasi. Justru berbagai permasalahan yang timbul dapat dipecahkan melalui teori-teori yang ada. Karena itu kolaborasi antara akademisi dan praktisi merupakan suatu titik temu yang dapat menghasilkan the best result. Akademisi dapat belajar dari berbagai situasi dan permasalahan yang terjadi sedangkan praktisi lebih wise dalam mengambil keputusan karena mengetahui dasar teorinya dengan jelas. Dengan demikian nantinya tidak akan ada lagi pernyataan "ah....akademisi kebanyakan teori, prakteknya nol besar" atau "ah...praktisi kan modalnya hanya mengandalkan instuisi bisnis aja, nothing more", tetapi yang ada adalah "bagaimana mengambil keputusan yang tepat dan cepat berdasarkan kerangka teori yang ada dan intuisi bisnis yang tajam".
Beruntunglah karena saya berada dalam "in between zone", dimana saya dapat belajar banyak dari kedua sisi. Viva Para Akademisi, Berjayalah Para Praktisi.
Dedicated to those who have inspired me, academically and practically...
Dr. Vanessa Gaffar, SE, Ak, MBA
Ketua Program Studi Manajemen FPEB UPI
Copied from: http://www.facebook.com/note.php?note_id=423721512138
Ternyata being an academician is something! Bagaimana kita mentransfer knowledge, bagaimana membuat orang lain dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, bahkan dari tidak tertarik menjadi tertarik, ternyata memiliki kenikmatan bathin tersendiri. Bagaimana kita dihadapkan pada berbagai karakter dari peserta didik yang beragam, mulai dari yang smart sampai yang so-so, dari yang aktif sampai yang pasif, dari yang betul-betul memperhatikan kita sampai yang pandangannnya kosong krn pikirinannya entah kemana. Itu semua memberikan sensasi yang berbeda.
Pada mulanya saya mengira bahwa mengajar itu mudah, tidak ada bedanya dengan melakukan presentasi. Ternyata itu adalah salah besar. Kebetulan home base saya di instistusi pendidikan yang core businessnya adalah untuk mencetak para profesional dalam bidang kependidikan. Dari institusi inilah saya banyak belajar bahwa mengajar itu tidak mudah. Mengajar itu memerlukan strategies and approaches. Penguasaan terhadap content atau materi pembelajaran hanyalah secuil dari sekian banyak hal-hal lainnya yang harus ada dan dipersiapkan dalam mengajar. Mulai dari pengembangan kurikulum, penyusunan SAP/silabus, pendekatan pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, sampai kepada evaluasi pembelajaran. Itu semua hal-hal baru yang saya dapatkan di institusi tersebut.
Karena saya bertugas mainly di program studi non kependidikan, tentunya banyak hal-hal lain yang perlu saya perbaiki untuk mengembangkan teaching skill saya. Salah satunya adalah terjun langsung ke dalam 'the real world", atau dengan kata lain memahami dan mengetahui prakteknya di lapangan seperti apa.
Untungnya saya memiliki teman-teman yang suka mengajak saya bergabung dalam tim mereka untuk involve menyelesaikan berbagai pekerjaan seperti melakukan survey dan analisis terhadap suatu entitas bisnis. Hal ini membuat wawasan saya mengenai the real world bertambah. Bukan saja teori yang saya pelajari tetapi bagaimana saya ditantang untuk memberikan alternatif solusi bagi permasalahan yang ada yang betul-betul terjadi dalam dunia nyata.
Bila terjadi sinergitas antara para akademisi dengan para praktisi, hal ini akan menyebabkan tidak ada lagi timbulnya egoisme bahwa "saya adalah akademisi karena itu saya paling benar", atau "saya adalah praktisi karena itu saya paling hebat". Siapa bilang akademisi dan praktisi tidak bisa berkolaborasi. Justru berbagai permasalahan yang timbul dapat dipecahkan melalui teori-teori yang ada. Karena itu kolaborasi antara akademisi dan praktisi merupakan suatu titik temu yang dapat menghasilkan the best result. Akademisi dapat belajar dari berbagai situasi dan permasalahan yang terjadi sedangkan praktisi lebih wise dalam mengambil keputusan karena mengetahui dasar teorinya dengan jelas. Dengan demikian nantinya tidak akan ada lagi pernyataan "ah....akademisi kebanyakan teori, prakteknya nol besar" atau "ah...praktisi kan modalnya hanya mengandalkan instuisi bisnis aja, nothing more", tetapi yang ada adalah "bagaimana mengambil keputusan yang tepat dan cepat berdasarkan kerangka teori yang ada dan intuisi bisnis yang tajam".
Beruntunglah karena saya berada dalam "in between zone", dimana saya dapat belajar banyak dari kedua sisi. Viva Para Akademisi, Berjayalah Para Praktisi.
Dedicated to those who have inspired me, academically and practically...
Dr. Vanessa Gaffar, SE, Ak, MBA
Ketua Program Studi Manajemen FPEB UPI
Copied from: http://www.facebook.com/note.php?note_id=423721512138
Selasa, 06 Desember 2011
December i miss u, but i hate u
Back to December again, yeah akhir tahun yang agak berbeda mungkin di hidup gw. Pasalnya gini sebagai anak rumahan Desember adalah waktu yang tepat untuk kumpul-kumpul dirumah, makan-makan, ngobrol-ngobrol, ngehias pohon natal, bikin kue, ke gereja bareng famz, doa bareng etc. But tahun ini bakal beda abis, you know what friends, bcoz gw gak menyandang status hanya sebagai pelajar aja, yang bisa semau gw kabur dari Bandung dan pulang ke Tambun (hehehu). Yupz, beside studying @Bandung, I become a new worker a restaurant now. Woow, a new big, commitment for about 3 months(jika Tuhan mengizinkan). Gini ceritanya pas gw pulang dari ketemu bokap, nyokap and adek gw yg pulang dari nengokin kakak gw yg baru wisuda, di deket Griya, Setiabudhi gw baca, tulisan dibutuhkan waitress, berhubung lagi kantong kosong dan kuliah gw yang sudah sangat menjenuhkan gw masukinlah lamaran kesono. Alhasil 5 hari setelah itu gw lagi dirumah telpon berdering dan ternyata panggilan pertama interview. setelah melaui beberapa interview dan dengan saran dari anak komsel yang menyuruh gw memberi tahu bahwa gw kudu ngaku status adalah mahasiswa, diterimalah gw disana. Sempet gak pede jadi waitress, gimana tuh cara bawa piring2, nanyain menu, jelasin menu, but practice makes perfect bukan. Akhirnya sekarang gitu2an udah mulai bisalah.
Ohiya semenjak gawe di ginian gw semakin sadar bahwa dunia bisnis itu hetic banget dan penuh seluk-beluk, yang gak sesimple di text book gw itu. Perlu negotiation & communication skill yang bagus, ya disini gw belajar menego emak-emak yang udah mau ngamuk karena makananya gak kunjung dateng, orang yang sewot karena gw kepeleset ngomong, bapak2 gila yang ditanya lebih detil aja udah langsung nyolot, ato ibu2 yang bageur, sabar, cantik, duit tipnya gede pula ato ibu2 bawel, yang nyusahin minta ini ono en cembetut mulu. Belum lagi konflik2 kepentingan dimana-mana antar karyawan, antar konsumen dan manjemen, antar karyawan dan owner, but so far gw masih kerasan sampai sekarang, walau gw gak tau bakal berapa lama diin. Yeah itu lah laboratorium kehidupan yang sebenarnya, experience is the best teacher is it right!?.
Christmas udah tinggal 2mingguan lagi, tapi resto selau penuh, apalagi segmen pasarnya komunitas non-muslim. Duh, gimana dong gw mw izin gak enak, udah sering izin gara2 urusan kampus, mas iya natalan & tahun baruan bareng chinese2 ganas itu. Hoooho lebay. Yeah mudah mudahan ada kesempatan ya gw bisa pulang barang 2-3 hari. Tapi apaun juga still thanks God Okay..Will see lah yuaa.. God bless Us! ^.*
Senin, 07 November 2011
cont
Haii bloggers bulan lalu libur ya ngebloggnya.. mo lanjutin yang kemaren yang pas gw lagi nguli itu, ahh udah basi deh kayaknya. Yaudah deh berhubung gw udah janji nyo kita korek-korek dikit ya.. pokonya gitulah.. manajemen itu tak seindah yang si text, more hetic, more conflict and play important role. Ya sebulan kemaren itu gw belajar Oeganizational Behavior by pratice, huuhuh so scare and nyeri hate pisanlah pokonya mah. Mereka yang ada disana kaya ga napa napa padahal menurut gw.. Geerrr.. Parah Yupz coz mereka itu put it in action not like me put it in my bag or notes. Huuhu maklum namanya juga mahasiswa ya kalo abis kuliah naro buku ditas terus naro catetan dinotes. Oiya pas lagi itutuh gw suka kasian sama mereka, why? coz they didnt love their job. Alasannya ya demi sesuap nasi, hmm om renee tolong bantuin dong mereka kan pakein teorinya om yang 'your job isnt your carrer'. Pantes kalo kayak gini ada yang namanya 'bosan jadi pegawai' or 'entrepreneurship be your own boss'. But unnfortunately sometimes semua yang kita pengen ga demuanya tercapai. So let Ur way in me, Lord! :)
Senin, 19 September 2011
#Ilovequotes
kumpulan kata-kata yang menginspirasi.. Pokonya 'gw bangetlah'.. =)
@pengajarmuda
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar tentang "ketulusan". Ketika usahamu dinilai tidak...
@theRealKiyosaki
by RebeccaBekha
I LOVE education. I did not like school. You can learn and get education everywhere and from everything.
@ihatequotes
Failure, is a God's way to lead you to a better choice for you when the time is right. Have faith and never give up! #ihatequotes
@TheWordsOfLife
When life gives you a NO of what you Want, It's because there's a better YES for what you Need!
“The average man who is successful is not a genius.
He is a man who has merely ordinary qualities
but who has developed those ordinary qualities to a more than ordinary degree.”
– Theodore Roosevelt-
Percaya akan rencana Tuhan pada kita, apa yang terjadi bukan hukuman, bersyukur dan mesti bisa lebih bijak memaknai apa yang kita alami, lalui, dan temui. -christien ismuranty-
Rebecca Triana
:: Friends of GOD :: peduli pada apa yg Dia peduli
mimpi>perencanaan>tindakan>introspeksi>prestasi>kemajuan
=P.O.A.C -Mr. Hasegawa San & Me-
“esensi dari hidup adalah pada saat kamu jatuh, seberapa cepat kamu bisa berdiri lagi…”
buah yang paling manis dari berani bermimpi adalah kejadian-kejadian menakjubkan dalam menggapainya -ikal-
@Mario__Teguh
Mencintai seseorang bukan berarti mencari tahu tentang bagaimana memenangkan hatinya tetapi juga memahami bagaimana menjaga hatinya.
"Semua orang punya masalah. Saya memilih tidak fokus pada masalahnya, tapi fokus dengan jalan keluarnya"IDA KURAENY
Mengejar Impian adalah hal yang baik. Jika kita punya mimpi Wujudkanlah, Jika kita lagi Semangat berlarilah, Jika kita lelah Istirahatlah Sejenak, Jika kita gagal Jangan disesali Coba terus, Jika ada kesempatan Manfaatkanlah, Jika kita jatuh cepatlah bangkit, Namun Jika kita Putus Asa pupuslah Impian mu, dan Kasihanilah dirimu karena kamu telah kalah oleh Kehidupan. By : Christian Sidabutar
@pengajarmuda
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar tentang "ketulusan". Ketika usahamu dinilai tidak...
@theRealKiyosaki
by RebeccaBekha
I LOVE education. I did not like school. You can learn and get education everywhere and from everything.
@ihatequotes
Failure, is a God's way to lead you to a better choice for you when the time is right. Have faith and never give up! #ihatequotes
@TheWordsOfLife
When life gives you a NO of what you Want, It's because there's a better YES for what you Need!
“The average man who is successful is not a genius.
He is a man who has merely ordinary qualities
but who has developed those ordinary qualities to a more than ordinary degree.”
– Theodore Roosevelt-
Percaya akan rencana Tuhan pada kita, apa yang terjadi bukan hukuman, bersyukur dan mesti bisa lebih bijak memaknai apa yang kita alami, lalui, dan temui. -christien ismuranty-
Rebecca Triana
:: Friends of GOD :: peduli pada apa yg Dia peduli
mimpi>perencanaan>tindakan>introspeksi>prestasi>kemajuan
=P.O.A.C -Mr. Hasegawa San & Me-
“esensi dari hidup adalah pada saat kamu jatuh, seberapa cepat kamu bisa berdiri lagi…”
buah yang paling manis dari berani bermimpi adalah kejadian-kejadian menakjubkan dalam menggapainya -ikal-
@Mario__Teguh
Mencintai seseorang bukan berarti mencari tahu tentang bagaimana memenangkan hatinya tetapi juga memahami bagaimana menjaga hatinya.
"Semua orang punya masalah. Saya memilih tidak fokus pada masalahnya, tapi fokus dengan jalan keluarnya"IDA KURAENY
Mengejar Impian adalah hal yang baik. Jika kita punya mimpi Wujudkanlah, Jika kita lagi Semangat berlarilah, Jika kita lelah Istirahatlah Sejenak, Jika kita gagal Jangan disesali Coba terus, Jika ada kesempatan Manfaatkanlah, Jika kita jatuh cepatlah bangkit, Namun Jika kita Putus Asa pupuslah Impian mu, dan Kasihanilah dirimu karena kamu telah kalah oleh Kehidupan. By : Christian Sidabutar
Senin, 12 September 2011
Working Repport (part I)
Setting cerita.. hari pertama masuk kampus dengan title anak tingkat tiga. Seorang anak yang kurang beretika di wall post saya berkata seperti ini "ya ampun beka kamu koq kurus banget sih" "hehhe' gw cuman tersenyum sepet. dalem hati gw "loe kira gw liburan cuma makan tidur aja, abis jadi joob seeker and jadi kuli ni. mangkanya badan gw abis".
Sedikit percakapan yang gk baik untuk gw kenang terlalu lama, gw jadiin prolog di blog gw kale ini hahaha. yeah from academician to a job seeker and then to a labour. Keluar dari rutinitas saya dari seorang mahasiswa yang bolak balik Bandung-Bekasi kini berubah untuk 2 bulan. Selain karena kondisi dan desakan dari kanan, kiri. Yup walaupun secara tak langsung sih tapi saya yakin ambil keputusan itu. Perjalanan dimulai dari melakukan teori yang dulu saya pelajari di awal-awal baru kuliah dua kata yang sering banget di matkul Pengamen "efektif dan efisien" ya saya mulai mindahin barang2 kosan biar gretong gtu, trus minta bala bantuan dari berbagai pihak yang baik sekali, #thanks for *e*h & sh*r** & *eh r*d*. Ya kewajiban saya dengan mereka juga turut memberikan sumbangsih buat energi saya. Gampangnya itu aplikasi dari teori kepepet en dikejar anjing itu deh.
Setelah curhat en konsul dengan my career coach akhirnya saya tau step by stepnya dan saya jalanin. tertarik banget sama dunia kerja selain karena kepepet dan juga gw bosen abis sama dunia sekolah ya 14 tahun gituu loh.. Apalagi 2 tahun ini keseringan baca-baca studi kasus dibuku kuliahan, atau teori-teori yang katanya disimpulkan berdasarkan penelitian yang ada dilapangan. Pertanyaan besar mengelembung diotak saya "Is that true?", "Is that real?", "kepake ga sih gw ngerjain tugas yang gene-gene gitu?". Akhirnya kita harus turun kelapangan.. byuur nyemplung langsung dan cari kejelasan.
Perjuangan dimulai dari ngurus surat Rt,Rw dan ke birokrat2 negaraku ini. semuanya gw urus sendiri, gak pake nitip-nitipan ato nyuruh-nyuruh ortu Weew ternyata ribet banget ya birokrasi negara gw ini, tiap melewati satu section uang terimakasihlah, bantu kami dan seterusnya udah belum lagi kinerja mereka yang buruk dan lamban sekalee. Iih males banget deh kalo suatu hari nanti diposisi itu. bakal disumpahin orang sana sini, banyak dosa pula ngembatin duit siluman liar. inget banget gw sama seorang anak yang gw temuain di polsek gini katanya "ya ampun skck cm bwt 3bulan doang, buat kertas ginian aja kita disuruh bayar segini mbak?" "eh buset berapa banyak orang yang ngurus ginian tiap hari seindonesia" kata gw. "pantesan cepet kaya ya mbak polisi-polisi" hhhaha mungkin disuatu sudut petinggi2 negriku cuman ketawa nelenin uang2 misterius yang deras masuk ke kantongnya, and the other sidenya perasaan calon kuli-kuli kapitalisme itu menjerit kesakitan, karena tak henti-hentinya memeras tenaga dengan susah payah lalu hasil keringatnya diperas dengan semudah itu. Hohhooo.. miris sekali tapi lanjut ke yang lebih miris dan memerihkan.
Setelah kelar dan mendapatkan kertas basa-basi dari birokrat2 negriku. Waktunya 'apply for the job' mengirim dan mencari melalui berbagai media lewat pos, wall in interview, and email. semuanya telah kucoba. saatnya memasulki hari-hari galau. gimana enggak asal apa ke warnet, tanya tanya temen, ngeliatain hape aja kerjaan gw, belon lagi ditanya2 orang. Geerrrrr:( Akhirnya ada beberapa panggilan, kerja di franchise ternyata suruh ngegadain ijasah, waah ijasah dicari susah susah masa gw lepas gtu aja sihh. Apalagi taruhannya dengan tingkat keteledoran gw yg cukup tinggi. Oh no!.Ternyata pihak pengusaha mau mengikat kita budak-budaknya. Ada panggilan dari sebuah manufaktur yang katanya lumayan profitable dan menyiksa eh pas gw tes ternyata gw salah kostum en diketawain orang banyak. Bener-bener miris.. ternyata udah rahasia umum untuk menjadi babu di kawasan itu anda harus berpakaian khusus, yang telah umum diketahui khalayak ramai namun saya dan keluarga saya agak kuper nih. maklum 1st experience. Pengalaman yang menyedihkan bak tersambar petir disiang bolong. Akhirnya sampai deadline udah mau abis gak ada yang manggil2 juga kalo ada jauh2 pula di jakarta. Secara teorinya mah kurang profitable gitulah..Yah kita kan pengen menyelam sambil minum air juga mbak walau akirnya kudu makan ati juga sihh..
_Lanjut ke postingan berikutnya mau belajar bwt kuis differensial niy_
Sedikit percakapan yang gk baik untuk gw kenang terlalu lama, gw jadiin prolog di blog gw kale ini hahaha. yeah from academician to a job seeker and then to a labour. Keluar dari rutinitas saya dari seorang mahasiswa yang bolak balik Bandung-Bekasi kini berubah untuk 2 bulan. Selain karena kondisi dan desakan dari kanan, kiri. Yup walaupun secara tak langsung sih tapi saya yakin ambil keputusan itu. Perjalanan dimulai dari melakukan teori yang dulu saya pelajari di awal-awal baru kuliah dua kata yang sering banget di matkul Pengamen "efektif dan efisien" ya saya mulai mindahin barang2 kosan biar gretong gtu, trus minta bala bantuan dari berbagai pihak yang baik sekali, #thanks for *e*h & sh*r** & *eh r*d*. Ya kewajiban saya dengan mereka juga turut memberikan sumbangsih buat energi saya. Gampangnya itu aplikasi dari teori kepepet en dikejar anjing itu deh.
Setelah curhat en konsul dengan my career coach akhirnya saya tau step by stepnya dan saya jalanin. tertarik banget sama dunia kerja selain karena kepepet dan juga gw bosen abis sama dunia sekolah ya 14 tahun gituu loh.. Apalagi 2 tahun ini keseringan baca-baca studi kasus dibuku kuliahan, atau teori-teori yang katanya disimpulkan berdasarkan penelitian yang ada dilapangan. Pertanyaan besar mengelembung diotak saya "Is that true?", "Is that real?", "kepake ga sih gw ngerjain tugas yang gene-gene gitu?". Akhirnya kita harus turun kelapangan.. byuur nyemplung langsung dan cari kejelasan.
Perjuangan dimulai dari ngurus surat Rt,Rw dan ke birokrat2 negaraku ini. semuanya gw urus sendiri, gak pake nitip-nitipan ato nyuruh-nyuruh ortu Weew ternyata ribet banget ya birokrasi negara gw ini, tiap melewati satu section uang terimakasihlah, bantu kami dan seterusnya udah belum lagi kinerja mereka yang buruk dan lamban sekalee. Iih males banget deh kalo suatu hari nanti diposisi itu. bakal disumpahin orang sana sini, banyak dosa pula ngembatin duit siluman liar. inget banget gw sama seorang anak yang gw temuain di polsek gini katanya "ya ampun skck cm bwt 3bulan doang, buat kertas ginian aja kita disuruh bayar segini mbak?" "eh buset berapa banyak orang yang ngurus ginian tiap hari seindonesia" kata gw. "pantesan cepet kaya ya mbak polisi-polisi" hhhaha mungkin disuatu sudut petinggi2 negriku cuman ketawa nelenin uang2 misterius yang deras masuk ke kantongnya, and the other sidenya perasaan calon kuli-kuli kapitalisme itu menjerit kesakitan, karena tak henti-hentinya memeras tenaga dengan susah payah lalu hasil keringatnya diperas dengan semudah itu. Hohhooo.. miris sekali tapi lanjut ke yang lebih miris dan memerihkan.
Setelah kelar dan mendapatkan kertas basa-basi dari birokrat2 negriku. Waktunya 'apply for the job' mengirim dan mencari melalui berbagai media lewat pos, wall in interview, and email. semuanya telah kucoba. saatnya memasulki hari-hari galau. gimana enggak asal apa ke warnet, tanya tanya temen, ngeliatain hape aja kerjaan gw, belon lagi ditanya2 orang. Geerrrrr:( Akhirnya ada beberapa panggilan, kerja di franchise ternyata suruh ngegadain ijasah, waah ijasah dicari susah susah masa gw lepas gtu aja sihh. Apalagi taruhannya dengan tingkat keteledoran gw yg cukup tinggi. Oh no!.Ternyata pihak pengusaha mau mengikat kita budak-budaknya. Ada panggilan dari sebuah manufaktur yang katanya lumayan profitable dan menyiksa eh pas gw tes ternyata gw salah kostum en diketawain orang banyak. Bener-bener miris.. ternyata udah rahasia umum untuk menjadi babu di kawasan itu anda harus berpakaian khusus, yang telah umum diketahui khalayak ramai namun saya dan keluarga saya agak kuper nih. maklum 1st experience. Pengalaman yang menyedihkan bak tersambar petir disiang bolong. Akhirnya sampai deadline udah mau abis gak ada yang manggil2 juga kalo ada jauh2 pula di jakarta. Secara teorinya mah kurang profitable gitulah..Yah kita kan pengen menyelam sambil minum air juga mbak walau akirnya kudu makan ati juga sihh..
_Lanjut ke postingan berikutnya mau belajar bwt kuis differensial niy_
Langganan:
Postingan (Atom)





